7 Cara Kelola Keuangan Low Budget, Tenang Sampai Akhir Bulan

7 Cara Kelola Keuangan Low Budget, Tenang Sampai Akhir Bulan

Jaman sekarang Anda harus tahu bagaimana cara kelola keuangan low budget. Mengatur keuangan sebetulnya memang gampang-gampang susah. Apalagi bagi yang punya penghasilan pas-pasan.

Tidak jarang gaji malah sudah habis sebelum akhir bulan. Memang bisakah dengan penghasilan terbatas tetap bisa tenang hingga akhir bulan? Tentu saja bisa, yuk simak bagaimana cara kelola keuangan low budget di bawah ini:

Mengapa Anda Harus Tahu Cara Kelola Keuangan Low Budget?

Gaji tidak besar, apakah bisa hidup tenang sampai akhir bulan? Bisa kok, kalau pandai mengatur keuangan. Intip cara kelola keuangan low budget berikut, yuk!

Banyak yang menganggap “Punya gaji kecil, mengapa harus diatur?”, padahal ini justru pemikiran yang salah.

Oleh karena gaji terbatas, harusnya malah harus pintar-pintar mengolahnya bukan? Kalau tidak begitu, belum akhir belum uang sudah ludes tak bersisa. Dengan tahu cara kelola keuangan low budget, Anda bisa mendapatkan beberapa manfaat yaitu:

  • Membayar semua kebutuhan pokok tanpa harus berhutang.
  • Bisa menyisihkan sedikit dana untuk tabungan.
  • Hidup jadi lebih tenang sampai akhir bulan tanpa perlu takut uang habis sebelum waktunya.

Bagaimana Tips dan Cara Kelola Keuangan Low Budget?

Mengatur keuangan apalagi yang gaji/penghasilannya kecil, mungkin tak semua orang bisa. Tapi tenang, semua bisa diusahakan kok, Anda bisa lihat tips dan cara kelola keuangan low budget di bawah ini:

1. Buatlah Catatan Pemasukan dan Pengeluaran Dengan Konsisten

Anda harus tahu dulu kemana saja uang itu lari. Caranya mudah, silahkan catat semua pemasukan entah itu gaji, bonus, laba bisnis kecil-kecilan, dan lain-lain.

Begitu juga pengeluaran pun harus dicatat mulai dari uang makan, transportasi, jajan, cicilan hingga tagihan. Semua harus dicatat dengan konsisten, mau itu nominal kecil maupun besar.

Catatan tersebut bukan tidak ada gunanya. Justru dengan catatan, Anda bisa melihat kebutuhan mana yang penting atau harus dikurangi. Terlalu pusing bikin catatan manual? Pakai saja aplikasi pencatat keuangan gratis yang bisa diunduh via ponsel.

2. Bedakan Kebutuhan VS Keinginan Demi Menekan Pengeluaran

Anda harus tahu bahwa banyak orang yang gagal mengatur keuangan, bahkan yang pendapatannya besar sekalipun, hanya karena tak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan.

Catat baik-baik, kebutuhan itu yang harus dipenuhi contohnya biaya makan, listrik, air, pulsa kerja dan kebutuhan pokok lainnya.

Bedakan dengan keinginan yang sebenarnya Anda tak benar-benar membutuhkannya. Misalnya seperti belanja online hanya karena ada diskon, nongkrong di kafe, atau berlangganan aplikasi hiburan.

Nah, saat Anda dalam posisi low budget usahakan prioritaskan kebutuhan dulu. Boleh sesekali memenuhi keinginan, namun jangan sampai harus mengorbankan kebutuhan pokok.

3. Cari Cara Untuk Bisa Menghemat Pengeluaran

Anda jangan langsung berpikiran hemat berarti terlalu pelit. Hemat adalah cara bijak dalam mengeluarkan uang, contohnya adalah:

  • Masak sendiri lebih baik daripada beli makan online yang mahal.
  • Gunakan tranportasi umum daripada pakai mobil pribadi.
  • Untuk kebutuhan sehari-hari, usahakan mencari promo yang biasanya ditawarkan oleh marketplace atau minimarket.

Tidak perlu cari barang yang super murah. Hemat sedikit-sedikit saja, nanti lama kelamaan juga akan terasa hasilnya.

4. Usahakan Memiliki Simpanan Dana Darurat Kecil-kecilan

Jangan pernah berpikir hanya punya dana pas-pasan artinya tak perlu menyimpan dana darurat lho. Dana darurat justru sangat penting jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Contohnya sakit atau ada barang rumah tangga yang rusak dan perlu perbaikan.

Mulailah dengan nominal kecil 10-20 ribu per hari saja sudah cukup. Percayalah, jika konsisten lama-lama pasti bakal terkumpul ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

5. Jangan Terlalu Sering Berhutang

Tidak bisa dipungkiri, hutang memang bisa dijadikan solusi sementara. Namun ingat, apabila tidak dikontrol dengan baik, justru bisa membuat beban makin berat. Apalagi jika Anda berhutang pada pinjaman online illegal.

Maka usahakan menggunakan uang yang ada saja. Kalau memang terpaksa harus berhutang, pilih ajukan pinjaman ke bank atau koperasi resmi yang bunganya jelas.

6. Terapkan Aturan 50/30/20 Tapi Untuk Versi Low Budget

Anda mungkin belum seberapa familiar tentang aturan keuangan yaitu 50/30/20. Dalam kondisi keuangan yang umum (tidak kurang atau terlalu kelebihan) rata-rata orang akan mengatur keuangannya dalam porsi:

  • 50% kebutuhan.
  • 30% keinginan.
  • 20% tabungan dan investasi.

Lalu bagaimana jika kondisinya sedang low budget? Tinggal sesuaikan saja menjadi 70/20/10 dengan perincian:

  • 70% kebutuhan.
  • 20% keinginan.
  • 10% tabungan.

Walaupun pendapatan kecil, usahakan sebisa mungkin tetap menabung untuk berjaga-jaga.

7. Mulai Mencari Penghasilan Tambahan Dari Bisnis Kecil

Misalnya sudah diatur sedemikian rupa, tapi uang tetap saja kurang. Ini waktunya Anda perlu mencari penghasilan tambahan. Tidak harus langsung besar kok, coba dulu bisnis kecil-kecilan seperti:

  • Jualan online makanan, barang rumah tangga, aksesoris atau pakaian.
  • Freelance penerjemah, desain, konten writer.
  • Buka jasa servis kecil-kecilan (servis hp atau jasa edit video).

Cobalah salah satu jenis bisnis kecil untuk tambahan penghasilan. Ini akan membuat keuangan Anda menjadi makin longgar.

Itu dia tadi cara kelola keuangan low budget. Memang terkesan cukup menantang, tapi masih mungkin untuk dilakukan kok. Kuncinya adalah konsisten, keuangan pasti bisa stabil walaupun penghasilan pas-pasan.